Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Batasi Akses Pelabuhan Roro

0
271
dilihat

Sebagai upaya antisipasi dan pencegahan penyebarah virus corona, Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat mulai perketat akses keluar-masuk wilayah Tanjab Barat, salah satunya dengan ditutupnya pelabuhan Roro bagi angkutan berpenumpang. Senin (30/03).

Kepala Dinas Perhubungan, Samsul Jauhari saat dikonfirmasi sampaikan bahwa penutupan diberlakukan mulai Rabu 01 April 2020 sampai batas waktu yang tidak ditentukan atau kondisi kembali normal.

Samsul Jauhari juga mengungkapkan kebijakan yang diterapkan tersebut bukanlah lockdown atau karantina wilayah, melainkan semi karantina dengan membatasi akses masuk bagi angkutan penumpang ke Kabupaten Tanjab Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau.

“Tapi hanya untuk angkutan orang, kalau untuk angkutan barang seperti sembako dari berbagai daerah baik dari kerinci, padang dan daerah lain tetap diperbolehkan, karena untuk kebutuhan pokok masyarakat tetap kita layani,” ujar Samsul.

“Motor dan mobil pribadi yang bawa orang juga tidak boleh, hanya untuk truk atau kendaraan barang, angkutan barang hanya boleh supir dan kneknya, itu pun tetap kita awasi, dengan menggunakan masker, dan tetap kita sterilkan dengan semprot disinfektan mobilnya dan orangnya,” tegasnya.

Dijelaskan Samsul, penutupan sementara angkutan orang di Pelabuhan Roro belum ada intruksi dari Kemenhub pusat sesuai yang telah dilayangkan surat oleh Pemkab Tanjab Barat. Penutupan pelabuhan Roro berdasarkan kesepakatan Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat melalui Dinas Perhubungan yang bekerjasama dengan Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) dan Pelabuhan di Batam Kepulauan Riau.

“Hanya kerjasama mitra kita dan ASDP dan pelabuhan batam, dan juga tindak lanjut dari surat yang Dishub Tanjabbar yang di layangkan ke Batam Kepulauan Riau. Demi untuk kepentingan kita bersama melawan Covid-19,” jelasnya.

Dilanjutkan Kadishub, setiap kendaraan barang yang datang juga tetap diawasi dengan tidak di perbolehkan mampir di wilayah Tanjabbar meski sudah kita sterilkan dengan semrot disinfektan.

“Kendaraan barang yang datang kita ingatkan juga jangan mampir di warung di Tanjabbar meskipun hanya untuk istrahat minum, takutnya jika ada virus yang masih nempel di kendaraan atau supirnya nanti tertinggal di warung tempat dia mampir dan tentu dikhawatirkan terinfeksi ke warga Tanjabbar,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

2 × four =